progampemberdayakan masyarkat
1. Latar Belakang Ketertinggalan Daerah
Dari
seluruh kabupaten yang ada di seluruh Indonesia saat ini masih terdapat
183 kabupaten daerah tertinggal. Daerah tertinggal adalah
daerah kabupaten yang relatif kurang berkembang dibanding daerah lain
dalam skala nasional dan berpenduduk yang relatif terbelakang.
Daerah tertinggal umumnya ditandai dengan (1) adanya kesenjangan pada
beberapa sektor kehidupan, (2) tingginya angka kemiskinan dan (3)
tingginya angka pengangguran penduduk. Hal ini terjadi karena beberapa
faktor penghambat antara lain : letak geografi, topografi dan kekayaan
alam, serta SDM yang
relatif masih rendah. Secara rinci kabupaten tertinggal ditandai dengan
adanya desa-desa dengan kondisi penduduk dan wilayah sebagai berikut :
1) Masih tingginya tingkat kemiskinan dan pengangguran,
2) Belum berkembangnya tingkat perekonomian masyarakat,
3) Rendahnya tingkat pendidikan masyarakat (SDM) serta terbatasnya sarana-prasarana pendidikan,
4) Rendahnya tingkat kesehatan masyarakat serta terbatasnya sarana-prasarana kesehatan,
5) Belum memadainya sarana infrastruktur transportasi,
6) Letak wilayah desa yang terisolir atau di daerah perbatasan,
7) Kurang memadainya sarana-prasarana Air bersih,
8) Belum tersedianya sarana penerangan listrik,
9) Rendahnya penguasaan teknologi dan pasar,
10) Terbatasnya Sarana Komunikasi telepon/internet,
11) Sulitnya merubah sosial budaya masyarakat,
12) Kondisi keamanan relatif masih rentan dan rawan.
Dari beberapa hal tersebut, maka terjadinya ketertinggalan disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu :
1. Banyaknya desa-desa yang letaknya terisolir dan kondisi medan alam yang sulit dijangkau seperti daerah berawa, perbukitan dan pegunungan.
2. Keterbatasan dana untuk pembangunan infrastruktur wilayah, karena memerlukan dana yang besar sebab daerah tersebut berawa dan pegunungan
3. Rendahnya partisifasi dan kemampuan masyarakat untuk memajukan desanya.
Adapun
masyarakat yang berada di wilayah tertinggal pada umumnya masih belum
banyak tersentuh oleh program-program pembangunan sehingga akses
terhadap pelayanan sosial, pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan politik
masih sangat terbatas. Oleh karena itu untuk meningkatkan kesejahteraan
masyarakat yang hidup di daerah tertinggal memerlukan perhatian dan
keberpihakan pembangunan yang besar dari semua sektor.
Faktor-faktor penyebab diatas telah mengakibatkan kesulitan dalam mempercepat kemajuan wilayah dibandingkan dengan perkotaan, hingga terjadinya kelambatan dalam mengurangi angka kemiskinan. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan strategi dan kebijakan yang terpadu
antar tingkat pemerintahan pusat, provinsi, kabupaten, kecamatan dan
desa, terintegrasi pada beberapa sektor dan wilayah, dilakukan secara
intensif dan berkesinambungan, serta melibatkan masyarakat secara aktif
melalui pemberdayaan kelembagaan dan masyarakat desa.
2. Konsepsi Ketahanan Nasional
Konsepsi ketahanan nasional pada hakekatnya merupakan suatu konsepdi dalam pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan serta keamanan di dalam kehidupan masyarakat. Pendekatan dilakukan berdasarkanKonsep-konsep Aspek Ketahanan Nasional sebagai berikut :
1. Aspek Tri Gatra, yaitu :
a. Posisi dan lokasi geografi; Desa tertinggal umumnya terletak di daerah perairan/rawa-rawa, bantaran sungai, pantai, perbukitan, pegunungan,di perbatasan dan terisolir, yang sulit bagi masyarakat untuk berkembang.Pendekatan yang dilakukan adalah pemberdayaan masyarakat dengan melibatkan masyarakat secara aktif untuk menyiapkan seluruh infrastruktur, baik transportasi, pendidikan, kesehatan dan lain-lain.
b. Keadaan dan kekayaan alam; Desa-desa tertinggal umumnya memiliki keadaan alam seperti lahan berawa-rawa yang luas dan tidak produktif dan potensi kekayaan alam yang sangat terbatas dan belum dikelola; pendekatan yang dilakukan adalah
untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam memanfaatkan potensi
kekayaan alam yang tersedia disekitar desa guna membangkitkan
perekonomian, serta mengadopsi inovasi teknologi yang sesuai dengan
keadaan alam di desa tersebut.
c. Keadaan dan kemampuan penduduk; Keadaan penduduk Desa tertinggal adalah
dengan pemukiman yang terpencar-pencar, terbatasnya fasilitas, sulitnya
merubah budaya, masih banyaknya pengangguran, dan rendahnya tingkat
pendidikan dan kesehatan, serta daya beli masyarakat yang masih rendah; pendekatan yang harus dilakukan adalah untuk meningkatkan kemampuan penduduk hingga keluar dariseluruh aspek ketertinggalannya.
2. Dari Aspek Panca Gatra, yaitu :
a. Ideologi;
Pancasila sebagai satu-satunya dasar negara Indonesia adalah landasan
Idiil bagi rakyat dalam bernegara yang harus menjadi pedoman dalam
kehidupan sehari-hari dengan mengamalkan makna yang terkandung didalam
setiap sila-sila Pancasila; pendekatan yang dilakukan adalah untuk
meningkatkan aktivitas keagamaan sesuai dengan agama dan keyakinan
masing-masing, adanya rasa kemanusiaan, kebersamaan, gotong royong
sama, semangat kebangsaan, adanya rasa persatuan dan kesatuan berbangsa
dan bernegara, mendahulukan musyawarah dalam menyelesaikan seluruh
permasalahan yang ada dalam masyarakat, dan meningkatkan solidaritas
dalam masyarakat serta mengurangi kesenjangan antar sesama.
b. Politik;
Pengetahuan Masyarakat desa tertinggal akan kehidupan berpolitik
umumnya masih terbatas, karena itu pendekatan yang dilakukan adalah
untuk meningkatkan pemahaman tentang tujuan berpolitik, dan menjamin
hak-hak kehidupan politik setiap warga agar mendapat tempat yang
semestinya.
c. Ekonomi;
Perekonomian masyarakat desa tertinggal umumnya masih sangat rendah,
rendahnya pengetahuan dalam mengelola SDA, rendah dalam permodalan,
rendah dalam penguasaan IPTEK, karena itu pendekatan yang dilakukan
adalah dengan penentuan kebijakan ekonomi, pembinaan ekonomi yang
berpihak kepada pemberdayaan masyarakat, pemanfaatan faktor-faktor SDA,
serta meningkatkan kelancaran arus distribusi hasil produksi.
d. Sosial – Budaya;
Kondisi Sosial-Budaya masyarakat desa tertinggal umumnya masih sangat
rendah, rata-rata tingkat pendidikan masih rendah dan kesehatan yang
masih rentan terhadap berbagai macam penyakit, pendekatan yang dilakukan
adalah menyiapkan infrastruktur transportasi, pendidikan, kesehatan,
tenaga pendidik dan tenaga kesehatan yang berkualitas, menjaga
kelestarian budaya, serta menghindari masuknya budaya yang tidak sesuai
dengan harkat dan martabat bangsa dan negara.
e. Pertahanan dan Keamanan;
yaitu daya upaya rakyat semesta dengan angkatan bersenjata, dan
menjadi tanggungjawab semua lapisan masyarakat dan pemerintah, dalam
menjalankan kebijakan arah pembangunan untuk mewujudkan ketahanan
nasional, dalam kerangka negara kesatuan republik Indonesia, pendekatan
yang dilakukan adalah untuk meningkatkan semangat masyarakat bela negara
terhadap ancaman baik yang timbul dari dalam dan maupun ancaman dari
luar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar