Rabu, 27 November 2013

progampemberdayakan masyarkat
1.     Latar Belakang Ketertinggalan Daerah

Dari seluruh kabupaten yang ada di seluruh Indonesia saat ini masih terdapat 183 kabupaten daerah tertinggal.  Daerah tertinggal adalah daerah kabupaten yang relatif kurang berkembang dibanding daerah lain dalam skala nasional dan berpenduduk yang relatif terbelakang. Daerah tertinggal umumnya ditandai dengan (1) adanya kesenjangan pada beberapa sektor kehidupan, (2) tingginya angka kemiskinan dan (3) tingginya angka pengangguran penduduk.  Hal ini terjadi karena beberapa faktor penghambat antara lain :  letak geografi, topografi dan kekayaan alam, serta SDM yang relatif masih rendah. Secara rinci kabupaten tertinggal ditandai dengan adanya desa-desa dengan kondisi penduduk dan wilayah sebagai berikut :

1)     Masih tingginya tingkat kemiskinan dan pengangguran,

2)     Belum berkembangnya tingkat perekonomian masyarakat,

3)     Rendahnya tingkat pendidikan masyarakat (SDM) serta terbatasnya sarana-prasarana pendidikan,

4)     Rendahnya tingkat kesehatan masyarakat serta terbatasnya sarana-prasarana kesehatan,

5)     Belum memadainya sarana infrastruktur transportasi,

6)     Letak wilayah desa yang terisolir atau di daerah perbatasan,

7)     Kurang memadainya sarana-prasarana Air bersih,

8)     Belum tersedianya sarana penerangan listrik,

9)     Rendahnya penguasaan teknologi dan pasar,

10)  Terbatasnya Sarana Komunikasi telepon/internet,

11)  Sulitnya merubah sosial budaya masyarakat,

12)  Kondisi keamanan relatif masih rentan dan rawan.

Dari beberapa hal tersebut, maka terjadinya ketertinggalan disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu :

1.     Banyaknya desa-desa yang letaknya terisolir dan kondisi medan alam yang sulit dijangkau seperti daerah berawa, perbukitan dan pegunungan.

2.     Keterbatasan dana untuk pembangunan infrastruktur wilayah, karena memerlukan dana yang besar sebab daerah tersebut berawa dan pegunungan

3.     Rendahnya partisifasi dan kemampuan masyarakat untuk memajukan desanya.

Adapun masyarakat yang berada di wilayah tertinggal pada umumnya masih belum banyak tersentuh oleh program-program pembangunan sehingga akses terhadap pelayanan sosial, pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan politik masih sangat terbatas. Oleh karena itu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang hidup di daerah tertinggal memerlukan perhatian dan keberpihakan pembangunan yang besar dari semua sektor.

Faktor-faktor penyebab diatas telah mengakibatkan kesulitan dalam  mempercepat kemajuan wilayah dibandingkan dengan perkotaan, hingga terjadinya kelambatan dalam mengurangi angka kemiskinan.  Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan strategi dan kebijakan yang terpadu antar tingkat pemerintahan pusat, provinsi, kabupaten, kecamatan dan desa, terintegrasi pada beberapa sektor dan wilayah, dilakukan secara intensif dan berkesinambungan, serta melibatkan masyarakat secara aktif melalui pemberdayaan kelembagaan dan masyarakat desa.

2.     Konsepsi Ketahanan Nasional

Konsepsi ketahanan nasional pada hakekatnya merupakan suatu konsepdi dalam pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan serta keamanan di dalam kehidupan masyarakat. Pendekatan dilakukan berdasarkanKonsep-konsep Aspek Ketahanan Nasional sebagai berikut :  

1.   Aspek Tri Gatra, yaitu :  

a.   Posisi dan lokasi geografi; Desa tertinggal umumnya terletak di daerah perairan/rawa-rawa, bantaran sungai, pantai, perbukitan, pegunungan,di perbatasan dan terisolir, yang sulit bagi masyarakat untuk berkembang.Pendekatan yang dilakukan adalah pemberdayaan masyarakat dengan melibatkan masyarakat secara aktif untuk menyiapkan seluruh infrastruktur, baik transportasi, pendidikan, kesehatan dan lain-lain.

b.   Keadaan dan kekayaan alam; Desa-desa tertinggal umumnya memiliki keadaan alam seperti lahan berawa-rawa yang luas dan tidak produktif dan potensi kekayaan alam yang sangat terbatas dan belum dikelola; pendekatan yang dilakukan adalah untuk meningkatkan  pengetahuan masyarakat dalam memanfaatkan potensi kekayaan alam yang tersedia disekitar desa guna membangkitkan perekonomian, serta mengadopsi inovasi teknologi yang sesuai dengan keadaan alam di desa tersebut.  

c.   Keadaan dan kemampuan penduduk; Keadaan penduduk Desa tertinggal adalah dengan pemukiman yang terpencar-pencar, terbatasnya fasilitas, sulitnya merubah budaya, masih banyaknya pengangguran, dan rendahnya tingkat pendidikan dan kesehatan, serta daya beli masyarakat yang masih rendah; pendekatan yang harus dilakukan adalah untuk meningkatkan kemampuan penduduk hingga keluar dariseluruh aspek ketertinggalannya.  

2.     Dari Aspek Panca Gatra, yaitu :

a.     Ideologi; Pancasila sebagai satu-satunya dasar negara Indonesia adalah landasan Idiil bagi rakyat dalam bernegara yang harus menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari dengan mengamalkan makna yang terkandung didalam setiap sila-sila Pancasila; pendekatan yang dilakukan adalah untuk meningkatkan aktivitas keagamaan  sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing,  adanya rasa kemanusiaan, kebersamaan, gotong royong sama, semangat kebangsaan, adanya rasa persatuan dan kesatuan berbangsa dan bernegara,  mendahulukan musyawarah dalam menyelesaikan seluruh permasalahan yang ada dalam masyarakat,  dan meningkatkan solidaritas dalam masyarakat serta mengurangi kesenjangan antar sesama.

b.    Politik; Pengetahuan Masyarakat desa tertinggal akan kehidupan berpolitik umumnya masih terbatas, karena itu pendekatan yang dilakukan adalah untuk meningkatkan pemahaman tentang tujuan berpolitik, dan menjamin hak-hak kehidupan politik setiap warga agar mendapat tempat yang semestinya. 

c.     Ekonomi; Perekonomian masyarakat desa tertinggal umumnya masih sangat rendah, rendahnya pengetahuan dalam mengelola SDA, rendah dalam permodalan, rendah dalam penguasaan IPTEK, karena itu pendekatan yang dilakukan adalah dengan penentuan kebijakan ekonomi, pembinaan ekonomi yang berpihak kepada pemberdayaan masyarakat, pemanfaatan faktor-faktor SDA, serta meningkatkan kelancaran arus distribusi hasil produksi.  

d.    Sosial – Budaya; Kondisi Sosial-Budaya masyarakat desa tertinggal umumnya masih sangat rendah, rata-rata tingkat pendidikan masih rendah dan kesehatan yang masih rentan terhadap berbagai macam penyakit, pendekatan yang dilakukan adalah menyiapkan infrastruktur transportasi,  pendidikan, kesehatan, tenaga pendidik dan tenaga kesehatan yang berkualitas, menjaga kelestarian budaya, serta menghindari masuknya budaya yang tidak sesuai dengan harkat dan martabat bangsa dan negara.

e.     Pertahanan dan Keamanan;  yaitu daya upaya rakyat semesta dengan angkatan bersenjata, dan menjadi tanggungjawab semua lapisan masyarakat dan pemerintah, dalam menjalankan kebijakan arah pembangunan untuk mewujudkan ketahanan nasional, dalam kerangka negara kesatuan republik Indonesia, pendekatan yang dilakukan adalah untuk meningkatkan semangat masyarakat bela negara terhadap ancaman baik yang timbul dari dalam dan maupun ancaman dari luar.

IBC International Batik Center


IBC International Batik Center


Semenjak batik ditetapkan sebagai warisan budaya asli Indonesia pada tahun 2009 yang lalu, pertumbuhan bisnis batik meningkat dengan tajam. Baik dari kombinasi motif dan warnanya, maupun permintaan batik untuk seragam ataupun koleksi pribadi. Apalagi didukung dari sebagian instansi maupun perkantoran yang mewajibkan karyawannya untuk menggunakan seragam batik pada hari tertentu.

Roda perekonomian bisnis batik di pusat grosir batik Setono Pekalongan ikut bergairah. Ini ditandai dengan terus dikembangkannya lahan pertokoan di Pasar Grosir Setono tersebut. Dengan lokasinya yang strategis di jalur Pantura, sangat memudahkan para pengunjung maupun orang yang tidak sengaja lewat untuk mampir di pasar grosir batik ini. Hingga akhirnya pemerintah kota Pekalongan menjadikan pasar grosir batik Setono sebagai salah satu ikon wisata kota Pekalongan. Total omzet hariannya juga terus bertambah, apalagi jika ada hari libur pengunjung semakin padat.


IBC International Batik Center

 



Disadari atau tidak yang namanya bisnis tentu ada pasang surutnya, dan ini juga terjadi kepada para pengusaha batik yang mempunyai kios di pasar grosir Setono. Namun demikian, oleh karena industri batik adalah penopang terbesar penghasilan seluruh warga kota Pekalongan, maka para pengusaha batik Pekalongan akan terus berjuang untuk mempertahankan eksistensi bisnis batiknya.

Pengusaha batik yang mempunyai kios di pasar grosir Setono tidak hanya warga yang berasal dari kota Pekalongan saja, namun ada juga yang berasal dari kabupaten Pekalongan. Bahkan banyak pengusaha batik dari kabupaten Pekalongan yang tidak berkesempatan untuk memiliki kios di pasar grosir Setono. Hal inilah yang memacu pemda kabupaten Pekalongan untuk membuat sentra batik baru di wilayah kabupaten Pekalongan.



Setelah melalui berbagai pertimbangan yang ada termasuk titik strategis, akhirnya dibuatlah sentra batik baru di Wiradesa dengan nama International Batik Center (IBC). Sebuah upaya yang patut diacungi jempol kepada pemda kabupaten Pekalongan untuk meningkatkan pendapatan daerah dan menggairahkan roda perekonomian warganya.

Walaupun pemilihan nama sentra batik ini terlalu muluk-muluk, namun tidak mengurangi sambutan masyarakat untuk menunggu beroperasinya sentra batik ini. Jika sudah mengambil istilah "international" diharapkan pelayanan, venue, dan fasilitas benar-benar mempunyai standard internasional dan tidak asal-asalan.



Pembangunan sentra batik IBC ini mempunyai tantangan yang tidak mudah, pasalnya sentra batik yang telah dibangun sebelumnya, yaitu Grosir Batik Pantura, hingga saat ini perkembangannya masih jauh dari harapan, bahkan tidak sedikit kios yang terpaksa harus ditutup.

IBC dibangun di jalur pantura Wiradesa, tepatnya di Jl. Ahmad Yani kabupaten Pekalongan, sebelah selatan jalur pantura, posisinya sangat pas untuk jalur arah ke barat. International Batik Center menyediakan 700 unit usaha (kios) baik AC maupun non AC dengan berbagai ukuran yang didukung oleh fasilitas penunjang seperti museum batik, kursus membatik, sarana ibadah, area wisata kuliner dan area bermain anak, serta ditunjang oleh area parkir yang luas.

Beberapa fasilitas utama IBC antara lain adalah :
- 3 lokasi toilet
- tempat parkir yang mampu menampung 30 bus, 300 mobil, dan 700 sepeda motor
- car call dan sound system untuk informasi
- ATM center
- cafe dan restaurant keluarga
- area bermain anak
- pusat jajanan dan oleh-oleh
- sistem pemadam kebakaran dan fire alarm
- sistem keamanan 24 jam
- musholla
- bussiness center
- ruang multifungsi (pendopo)
- ruang tunggu pengemudi
- fasilitas edukasi batik



Besar harapan dari para pengusaha dan pengrajin batik di Pekalongan, agar pemda dan pengelola IBC tetap teguh menjalankan program dan amanah, istiqomah dalam melayani pedagang maupun pembeli, berpihak kepada para pengrajin, berupaya untuk meramaikan IBC. Para pelaku batik juga tidak ingin bahwa pembangunan sentra batik IBC ini hanya dijadikan kendaraan politik oleh segelintir orang saja, apalagi yang benar-benar ingin mendapatkan penghasilan pribadi dari operasional bisnis batik di IBC ini.

Pelatihan Teknologi Infornmasi dan Komunikasi (TIK) Sidorejo Comal

PUSKESMAS SELAYANG PANDANG
Puskesmas (PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT ) adalah suatu kesatuan organisasi kesehatan fungsional yang merupakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat. Fungsinya membina peran serta masyarakat, dan memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerja, dalam bentuk enam kegiatan pokok puskesmas. Dengan kata lain puskesmas mempunyai tanggung jawab atas pemeliharaan kesehatan masyarakat dalam wilayah kerjanya.
Kedudukan puskesmas dalam sistim kesehatan nasional sebagai sarana pelayanan kesehatan pertama yang bertanggung jawab menyelenggarakan upaya kesehatan perorangan dan upaya kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya. Sedangkan dalam sistim kesehatan di Kabupaten/Kota, kedudukan puskesmas sebagai unit pelayanan teknis Dinas Kesehatan Kota Jambi,yang bertanggung jawab menyelenggarakan sebagian tugas pembangunan kesehatan kota di wilayah kerjanya.
Adapun pelayanan kesehatan yang diberikan puskesmas yaitu pelayanan promotif (upaya peningkatan kesehatan), pelayanan preventif (upaya pencegahan), pelayanan kuratif(pengobatan), dan pelayanan rehabilitatif (upaya pemulihan kesehatan).
Pembangunan kesehatan yang dilaksanakan puskesmas adalah mendukung tercapainya tujuan pembangunan nasional, yaitu meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi orang yang bertempat tinggal di wilayah kerjanya, Agar terwujud derajat kesehatan yang setinggi-tingginya dalam rangka mewujudkan Indonesia sehat 2010.

Selasa, 26 November 2013

batik pekalogan terancam gulung tikar


Perajin Batik Pekalongan Terancam Gulung Tikar

Batik Pekalongan
Batik Pekalongan
PEKALONGAN -- Sebanyak 114 perajin batik Kota Pekalongan, Jawa Tengah, terancam gulung tikar terkait dengan melemahnya nilai rupiah terhadap terhadap  dolar Amerika Serikat (AS). Sekretaris Paguyuban Batik Pantura Kota Pekalongan, Muhsinin di Pekalongan, (2/9), mengatakan bahwa melemahnya nilai rupiah terhadap dolar Amerika Serikat sehinggah   mengakibatkan harga bahan bahan  baku batik naik sedang pemasaran produk lesu.
"Akibat kondisi tersebut, para perajin sudah tidak mampu membeli bahan baku batik sehingga mereka memilih menutup usahanya. Sekitar 114 perajin batik kini terancam gulung tikar," tutur Muhsinin.
Ia mengatakan selain kenaikan harga bahan baku, keterpurukan para perajin batik juga karena adanya banjir rob yang melanda daerah setempat. "Banjir rob yang melanda Kota Pekalongan belum lama ini juga mengakibatkan para perajin berhenti berproduksi karena tempat pembatikan tergenang air," katanya.
kan bahwa melemahnya nilai rupiah terhadap kurs dolar AS adalah menjadi tanggung jawab Pemerintah Pusat. "Melemahnya nilai rupiah terhadap dolar AS memang telah berdampak pada kenaikan harga bahan baku. Akan tetapi kami hanya bisa membantu memasarkan dan mempromosikan 

kim kedawung desa sidorejo comal



Senin, 25 November 2013


Pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) KIM

Peserta Pelatihan TIK KIM Sidorejo Comal antusias mengikuti pelatihan
Pemerintah Kabupaten Pemalang melalui Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika menyelenggarakan Pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di Balai Desa Sidorejo Kecamatan Comal pada hari Rabu, 23 Oktober 2013.

Kepala Bidang Komunikasi dan Informatika Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pemalang, Bapak Eko Pitoyo, SE, dalam sambutan pembukaan menjelaskan bahwa Pelatihan TIK ini bertujuan untuk memberdayakan KIM menggunakan sarana komunikasi dan informasi digital sebagai wahana untuk memperoleh informasi dan memberikan informasi kepada masyarakat.

Dalam pelatihan ini materi yang disampaikan adalah penggunaan internet untuk mengakses informasi dan berbagi informasi tentang kegiatan pembangunan pada tingkat global, nasional maupun lokal.

Untuk berbagi informasi tentang kegiatan dan produk KIM, peserta dilatih memanfaatkan penggunaan layanan blog gratis dari Google yaitu Blogger. Blog yang dibuat selanjutnya digunakan sebagai sarana pemasaran produk KIM dari masing-masing peserta.

Latihan ini dibuka oleh Sekretaris Desa Sidorejo Zaenudin S., dan diikuti peserta dari KIM Desa Sidorejo Kecamatan Comal.

ussy hijab

Cara Memakai Jilbab Pashmina terbaru 2013  bisa anda jadikan style anda dengan referensi blog saya ini , anda bisa datang ke pesta dengan menggunakan style Cara Memakai Jilbab Pashmina terbaru 2013 ini.
demikian postingan Cara Memakai Jilbab Pashmina terbaru 201